Selamat datang di Media Informasi TPP Aceh Hebat, Bangun Desa, Indonesia Maju, Indonesia Sejahtera

Media Informasi TPP Aceh

29 Januari 2026

KETIKA KEBERSAMAAN, KEPEDULIAN DAN EMPATI MENJADI SESUATU YANG SANGAT BERNILAI (Kisah TPP Aceh yang Tertimpa Bencana Hidrometeorologi)

 

Bencana banjir bandang 26 November 2025 yang melanda Aceh dan Sumatera meninggalkan luka mendalam. Di tengah upaya pemulihan, muncul cerita tentang solidaritas sesama Tenaga Pendamping Profesional (TPP) atau Pendamping Desa.

Salah seorang Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di Kabupaten Aceh Utara yang bertugas sebagai Pendamping Desa di Kecamatan Kuta Makmur, Munir berdomisili desa Keude Bungkaih Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, mengalami kehilangan lebih dari 2/3 tempat tinggalnya hilang akibat bencana hidrometeorologi.

Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Aceh tergerak cepat, guna mengumpulkan Donasi untuk meringankan beban dari Seluruh TPP yang berdampak langsung akibat banjir bandang. Alhamdulillah terkumpul donasi dari seluruh TPP  Aceh dan bantuan pusat sejumlah Rp. 170.932.591,-

Kebersamaan yang Tidak Ternilai

Saat menyerahkan bantuan secara simbolis, Juliansyah, selaku perwakilan TAPM Kabupaten Aceh Utara dan selaku Pic Informasi dan Media, mengungkapkan rasa haru menyaksikan respons cepat para Tenaga pendamping Profesional.

Kami menyampaikan bahwa bantuan ini mungkin nilainya tidak sebanding dengan kerugian yang dialami,” ujar Juliansyah, menirukan pesan yang disampaikan kepada Munir.

Namun, respon Munir justru mengangkat makna bantuan itu ke tingkat yang lebih dalam. Juliansyah mengutip langsung pernyataan haru Munir: “Beliau langsung menyampaikan bahwa nilai kepedulian dan kebersamaan rekan-rekan TPP merupakan nilai dan jumlah yang tidak ternilai dan tidak bisa dirupiahkan.

Pernyataan itu, yang diungkapkan melalui Juliansyah, menegaskan bahwa di balik angka nominal, ada kekuatan empati dan ikatan sesama yang menjadi penyemangat utama untuk bangkit.

Kisah ini menjadi catatan penting bahwa dalam setiap kesulitan, sentuhan kemanusiaan dan rasa senasib sepenanggungan adalah modal sosial yang paling berharga untuk membangun kembali harapnya.



Sumber :
Juliansyah TAPM Kab Pic Informasi dan Media Aceh Utara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar