BIREUEN - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Bireuen di tingkat nasional. Desa Paya Aboe, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, berhasil masuk dalam Nominasi Desa Berkinerja Baik Tingkat Nasional Tahun 2026. Capaian tersebut sekaligus menempatkan Paya Aboe sebagai satu-satunya desa dari Kabupaten Bireuen dan Provinsi Aceh yang berhasil menembus tahapan seleksi nasional tahun ini.
Sebagai bagian dari tahapan penilaian akhir, Desa Paya Aboe mengikuti Verifikasi Dokumen dan Wawancara Virtual bersama Tim Penilai dari Direktorat Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Selasa, 16 September 2026, bertempat di Kantor Keuchik Paya Aboe. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bireuen, Kepala DPMG Kabupaten Bireuen, Camat Peusangan, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa (PLD), perangkat desa, serta unsur kelembagaan dan masyarakat desa.
Dalam sesi pemaparan, Keuchik Paya Aboe, Fajri, SE, menjelaskan berbagai inovasi, capaian pembangunan, serta praktik tata kelola pemerintahan yang telah dilaksanakan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel melalui pemanfaatan digitalisasi pelayanan. Selain itu, pengelolaan keuangan desa dilaksanakan secara tertib dengan realisasi anggaran mencapai 100 persen dan diarahkan sesuai kebutuhan serta prioritas masyarakat.
Paya Aboe juga menunjukkan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat. Program ketahanan pangan, penanganan dan pencegahan stunting, serta pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat menjadi bagian dari capaian yang dipaparkan kepada tim penilai.
“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras seluruh masyarakat Paya Aboe. Masuk nominasi nasional merupakan kebanggaan luar biasa bagi kami. Kami optimis dapat memberikan yang terbaik sekaligus membawa nama Aceh di tingkat nasional,” ujar Fajri saat mengikuti sesi wawancara.
Camat Peusangan memberikan apresiasi atas keberhasilan Paya Aboe mencapai tahapan nasional. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi pemerintah desa dalam menjalankan proses perencanaan, pelaksanaan pembangunan, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban.
“Desa Paya Aboe layak menjadi perwakilan Aceh. Kinerja pemerintahannya baik, BUMG aktif, dan partisipasi masyarakatnya tinggi. Kita berharap Paya Aboe dapat memperoleh hasil terbaik pada penilaian tingkat nasional,” ungkapnya.
Pendampingan Jadi Bagian Penting dalam Penguatan Tata Kelola Desa
Keberhasilan Paya Aboe mencapai tahapan nasional juga tidak terlepas dari proses pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah desa memberikan apresiasi kepada Masdiana selaku Pendamping Desa dan Rahmad Mursal selaku Pendamping Lokal Desa, yang selama ini mendampingi pemerintah dan masyarakat desa dalam berbagai tahapan pembangunan.
Pendampingan tersebut mencakup penataan administrasi pemerintahan, penyusunan dokumen perencanaan seperti RPJMDes, penyusunan APBDes, pelaporan keuangan, hingga penyiapan berbagai dokumen yang dibutuhkan dalam proses penilaian Desa Berkinerja Baik.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran Ibu Masdiana selaku Pendamping Desa dan Pak Rahmad Mursal selaku PLD. Mulai dari penataan administrasi, penyusunan RPJMDes, APBDes, pelaporan keuangan, sampai penyiapan dokumen penilaian ini, mereka terus mendampingi kami,” kata Fajri.
Masdiana menjelaskan bahwa salah satu kekuatan Paya Aboe adalah tingginya komitmen pemerintah desa dalam menindaklanjuti proses pendampingan. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kolaborasi antara pemerintah desa, perangkat, kelembagaan, masyarakat, dan tenaga pendamping.
“Desa Paya Aboe sangat responsif. Setiap hasil pendampingan dan arahan ditindaklanjuti dengan baik. Kuncinya adalah kolaborasi antara Keuchik yang memiliki komitmen untuk terus belajar, perangkat desa yang kompak, serta masyarakat yang memberikan dukungan. Pendamping berperan memfasilitasi agar seluruh potensi tersebut dapat dikelola dan ditampilkan secara maksimal,” jelas Masdiana.
Sementara itu, Rahmad Mursal menyampaikan bahwa persiapan menghadapi verifikasi dilakukan secara intensif selama beberapa minggu. Pemeriksaan kelengkapan dokumen fisik dan digital, penyusunan data pendukung inovasi, hingga simulasi wawancara dilakukan untuk memastikan pemerintah desa siap mengikuti setiap tahapan penilaian.
“Kami melakukan simulasi wawancara, memeriksa kembali dokumen fisik dan digital, serta menyiapkan data pendukung berbagai inovasi desa. Pada saat verifikasi virtual, dokumen yang diperlukan dapat ditampilkan dan sesi wawancara berjalan lancar,” ungkap Rahmad.
Verifikasi Mendalam Dokumen dan Inovasi Desa
Dalam proses verifikasi, Tim Penilai melakukan pendalaman terhadap berbagai dokumen pendukung pemerintahan dan pembangunan desa, di antaranya APBDes, RPJMDes, LPPDes, dokumen inovasi desa, serta data dan dokumen pendukung lainnya. Tim juga melakukan wawancara untuk menggali aspek kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, partisipasi masyarakat, inovasi, dan pola kolaborasi yang dikembangkan di Desa Paya Aboe.
Tahapan tersebut menjadi kesempatan bagi Paya Aboe untuk menunjukkan bahwa capaian pembangunan desa tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah desa membangun tata kelola yang efektif, menggerakkan partisipasi masyarakat, mengembangkan inovasi, dan memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Masuknya Desa Paya Aboe sebagai nominasi Desa Berkinerja Baik Tingkat Nasional Tahun 2026 menjadi capaian penting bagi Kabupaten Bireuen dan Provinsi Aceh. Prestasi tersebut juga menggambarkan hasil kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, kelembagaan desa, serta tenaga pendamping dalam membangun tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa yang semakin tertib, partisipatif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Sumber : Masdiana PD Kec. Peusangan. dan Rahmad Mursal PLD
Narasi/editor : Saifuddin Abbas PIC Infomed Kab. Bireuen
mantap semoga desa yang lain dapat mengikutinya
BalasHapus